Untuk Para Pencari Al Haq

Menyajikan Bukti dan Fakta yang Nyata

  • بسم الله الرحمن الرحيم

    السلام عليكم و رحمت الله و بركاته Ahlan wa sahlan.. Alhamdulillah telah hadir blog Untuk Para Pencari Al Haq, Blog ini kami peruntukkan bagi mereka yang haus akan kebenaran, yang ingin mencari al haq ditengah badai fitnah yang menimpa kaum muslimin khususnya Salafiyyin. Mudah-mudahan kehadiran blog ini bisa menjadi salah satu media yang membantu bagi para pencari al haq. CARILAH AL HAQ DAN BILA ENGKAU TELAH MENDAPATINYA GENGGAMLAH KUAT-KUAT DAN JANGAN TERLEPAS KEMBALI... والسلام عليكم و رحمت الله و بركاته
  • Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:

    وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَالَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلاً. يَاوَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلاً. لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولًا “Dan ingatlah hari ketika itu orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata, ‘Aduhai kiranya dulu aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku, andai kiranya dulu aku tidak menjadikan si Fulan itu teman akrabku. Sungguh ia telah menyesatkan aku dari Al-Qur`an ketika Al-Qur`an itu telah datang kepadaku.’ Dan adalah setan itu tidak mau menolong manusia.” (Al-Furqan: 27-29)
  • Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    الرَّجُلُ عَلَى دِيْنِ خَلِيْلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ “Seseorang itu menurut agama teman dekat/sahabatnya, maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat dengan siapa ia bersahabat/berteman.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi. Dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 927)
  • Kategori

  • Arsip

  • KALENDER

    Februari 2010
    S S R K J S M
    « Jan    
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
  • Komentar Terakhir

    asep di Pena Pengunjung
    Abu Syifa' miftah di Pena Pengunjung
    erwin prasetyo di Pena Pengunjung
    Abul Fadhl Budi di Cercaan yang Terang dari Syaik…
    abu luthfi di Pena Pengunjung
    Abu Umar Yazid di Cercaan yang Terang dari Syaik…
  • Globetrackr

  • IP
  • Pengunjung Ke

    • 133,868 hits

Jawaban Ilmiah Terhadap Silsilah Pembelaan Wahdah Islamiyah (Bag. 2)

Ditulis oleh tukpencarialhaq di/pada Januari 16, 2010

bismillah

Jawaban Ilmiah Terhadap Silsilah Pembelaan Wahdah Islamiyah (Bag. 2 )
Abu Abdillah Sofyan Chalid bin Idham Ruray

(Mantan Kader & Da’i Wahdah Islamiyah Makassar)
- حفظه الله تعالى وغفر له ولوالديه ولجميع المسلمين –
new1a

Editor : Al-Ustadz Abdul Qodir

  • Keenam: Berdusta atas Nama Seorang Muslim dan Menjatuhkan Kehormatannya

Wahdah Islamiyah (WI) berkata pada SPPUD (Bagian III) dalam mengomentari pendapat kami tentang Ikhwanul Muslimin sebagai ahlul bid’ah:

“Sebenarnya hal ini telah berulang kali kami tanggapi, melalui pemaparan aqwal para ulama mu’tabar, seperti al-Allamah Syaikh Abdul Aziz bin Baz, al-Allamah Faqihul Ashr Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, al-Allamah Syaikh al-Muhaddits Muhammad Nashiruddin al-Albani dan selain mereka – rahimahumullah -, berupa peringatan akan pentingnya bersikap wara’ dalam penerapan kaidah bid’ah dan dhawabith hingga bolehnya kita menjatuhkan vonis hukum kepada seseorang atau jama’ah tertentu. Begitu entengnya al-akh Sofyan menjatuhkan vonis hukum pada satu jama’ah dengan hanya berbekal secuil ilmu dan kerdilnya pemahaman. Kami sangat kenal dan tahu betul siapa saudara satu ini, dan sampai dimana bekal pemahaman agama yang ia dimiliki”. [1]

Tanggapan:

Pembaca yang budiman, perhatikanlah bagaimana WI menggiring opini pembaca untuk menjatuhkan kehormatan seorang muslim meski harus berdusta atas namanya. Dengan hanya berbekal secuil ilmu dan kerdilnya pemahaman, mereka (WI) menggambarkan seakan-akan vonis ahlul bid’ah atas Ikhwanul Muslimin yang kami sampaikan berasal dari kami, bahkan sampai menghinakan penulis seakan telah berlagak layaknya seorang “mufti” yang berhak untuk mengeluarkan “fatwa”. Sehingga pembaca bisa menilai sendiri sampai di mana bekal pemahaman agama yang mereka miliki. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Aqidah & Manhaj, Bukti & Fakta, Jarh | Leave a Comment »

Ada “Dajjal” di Yayasan Al-Sofwa & Majalah Qiblati?

Ditulis oleh tukpencarialhaq di/pada Desember 25, 2009

bismillah

FATWA 9 ULAMA AS-SUNNAH TENTANG THARIQ AS-SUWAIDAN

new1a

 

Segala puji hanya milik Allah dan shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan atas Rasulullah, segenap keluarga, shahabat serta siapa saja yang mengikuti petunjuk beliau.

 

Bukanlah tanpa alasan kita menampilkan kumpulan fatwa para Masyayikh mengingat Thariq As-Suwaidan ini telah nyata-nyata terbukti dipromosikan oleh Yayasan Hizbi As-Sofwa Al Muntada Jakarta (yang dengan gigih dibela oleh centeng dananya yakni rajul yang bernama kunyah Abu Haidar As-Sundawi sembari berlagak pahlawan dalam mendebat Al Ustadz Muhammad Umar As-Sewed hafidhahullah yang telah berupaya menjelaskan kepadanya tentang berbagai penyimpangan Al Sofwa). Allahul Musta’an.  

 

 

Gambar 1. Nampak situs Al Sofwa pd tanggal 24 Dzulqa’dah 1425 atau 5 Januari 2005, menampilkan da’i-da’i hizbi kaliber internasional yang ditalbiskan dengan beberapa nama ulama Ahlussunnah *(dan sampai hari ini pun (25 Desember 2009) di situs resmi Yayasan Al Sofwa masih bisa kita lihat bukti tersebut). Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Bukti & Fakta, Fatwa-Fatwa, Umum | Leave a Comment »

Cercaan yang Terang dari Syaikh Rabi’ Ibn Hadi atas Ali Hasan Abdul Hamid Al Halabi

Ditulis oleh tukpencarialhaq di/pada Desember 21, 2009

bismillah

Cercaan yang Terang dari Syaikh Rabi’ Ibn Hadi atas Ali Hasan Abdul Hamid Al Halabi

new1a

Berikut fatwa terakhir syaikh Rabi’ Ibn Hadi Al Madkhali yang menyikapi gembong Turotsiyyah Internasional, Ali Hasan bin Abdul Hamid Al Halabi, yang sering diundang Perhimpunan Al Irsyad dan Turotsi Indonesia – pembela Jumiyyah Ihya At Turots / JITI cs (Abu Fathi Yazid bin Abdul Qadir Jawwas, Abu Auf Abdurrahman bin Abdul Karim at Tamimi dan Abu Unaisah Abdul Hakim bin Amir Abdat)

“…Ahmad Baazmool is an ‘aalim who studied Hadeeth, ‘Aqeedah, and Fiqh under the scholars, well-grounded in knowledge, a doctor in the university.  Had he not refuted ‘Alee al-Halabee, I would have done so myself.  However, he has sufficed me…”

Asy-Syaikh Prof Dr. Rabi’ ibn Hadi al Madkhali hafidhahullah berkata: “Ahmad Bazmul seorang ‘alim, dia belajar Al-Hadits, Al-Aqidah dan Al-Fiqh kepada para ulama, beliau memiliki pondasi ilmu dan beliau adalah Doktor di jami’ah. Kalaulah dia tidak membantah ‘Ali Al-Halaby maka aku akan membantah ‘Ali, akan tetapi beliau (Ahmad Bazmul) sudah cukup. Aku telah meminta beliau untuk tidak membela aku“. (http://www.salafitalk.net/st/viewmessages.cfm?Forum=9&Topic=10097, dinukil dari http://www.sahab.net/forums/showthread.php?t=373613 )

Berikut kutipan dari tulisan Ahmad Bin Yahya Az Zahrani yang diposting di situs Sahab pada tanggal 28-11-2009, diterjemahkan al akh Umar al Indunisy di ma’bar, Yaman sbb : Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Fatwa-Fatwa, Jarh, Umum | 2 Komentar »

Dana Jum’iyah Hizbiyah, Sesat Tanpa Syarat?

Ditulis oleh tukpencarialhaq di/pada Desember 16, 2009

bismillah

JUM’IYAH HIZBIYAH, TIPU DAYA, MAKAR & PENGELABUANNYA

new1a

(Asy Syaikh Abdurrahman bin ‘Umar Al-’Adny – hafizhahullah) 

Penanya:

Tersebar isu dari sebagian orang bahwa antum wahai Syaikh memiliki hubungan dengan orang-orang di Jum’iyah Ihsan?

Jawaban:

Asy-Syaikh Abdurrahman bin ‘Umar Al-’Adny berkata:

Jawabannya, bahwa hal ini tidaklah benar, tidak benar kita memiliki hubungan dengan Jum’iyah Ihsan. Alhamdulillah kita tidak memiliki hubungan apapun dengan jum’iyah ini, kita menganggap jum’iyah ini adalah jum’iyah hizbiyah.

Jum’iyah ini termasuk dalam jum’iyah-jum’iyah yang ditahdzir oleh ulama sunnah. Dan diantara ulama sunnah ini yang paling pertama adalah Asy-Syaikh Al-’Allamah Muqbil bin Hadi Al-Wadi’y dan para ulama yang berjalan di atas dakwah berbarakah ini, yang mana para ulama ini tidak mengubah dan tidak pula mengganti jalannya dakwah ini dan mereka meyakini bahwa Jum’iyah Hikmah dan Jum’iyah Ihsan adalah jum’iyah hizbiyah dan orang-orangnya adalah hizbiyun. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Jarh, Umum | Leave a Comment »

Jawaban Ilmiah Terhadap Silsilah Pembelaan Wahdah Islamiyah (Bag. 1)

Ditulis oleh tukpencarialhaq di/pada Desember 15, 2009

bismillah

Jawaban Ilmiah Terhadap Silsilah Pembelaan Wahdah Islamiyah (Bag. 1 )

Abu Abdillah Sofyan Chalid bin Idham Ruray
(Mantan Kader & Da’i Wahdah Islamiyah Makassar)
- حفظه الله تعالى وغفر له ولوالديه ولجميع المسلمين –

new1a
Editor : Al-Ustadz Abdul Qodir

 Sesuatu yang sungguh sangat saya khawatirkan akhirnya terjadi juga, yaitu kesalahpahaman orang-orang Wahdah Islamiyah (WI) atas nasihat yang saya sampaikan, pandangan yang jelek dan sinis kepada Penulis serta emosi yang berlebihan dalam menyikapi sebuah kritikan. Padahal pada bagian muqaddimah dan juga pada bagian akhir artikel yang berjudul “Mengapa Saya Keluar dari Wahdah Islamiyah” telah saya jelaskan beberapa argumentasi ilmiah mengapa saya menulis artikel tersebut. Tidak lain hakikatnya adalah karena kecintaan saya kepada WI, mantan guru-guru saya yang sangat saya cintai dan kaum muslimin seluruhnya, hadaaniyllahu wa iyyakum.

Oleh karenanya, sebelum jauh melangkah, saya ingatkan kembali satu atsar yang sangat mengagumkan, yang menunjukkan pemahaman Salaf yang sangat mendalam terhadap agama ini :

Abu Shalih al-Farra’ -rahimahullah- berkata, “Aku menceritakan kepada Yusuf bin Asbath tentang Waki’ bahwasanya beliau terpengaruh sedikit dengan perkara fitnah ini”.[1] Maka dia ( Yusuf bin Asbath) berkata, “Dia serupa dengan gurunya –yaitu A l-Hasan[2] bin Shalih bin Hay [3] -” . Aku pun berkata kepada Yusuf, “Apakah kamu tidak takut perkataanmu ini merupakan ghibah?” Beliau menjawab, “Kenapa begitu wahai orang dungu, justru saya lebih baik bagi mereka dibanding ibu dan bapak mereka sendiri; saya melarang manusia dari mengamalkan kebid’ahan mereka, karena bisa mengakibatkan semakin banyaknya dosa-dosa para pengajak kepada bid’ah tersebut. Adapun yang memuji mereka, justru lebih membahayakan mereka . ” [Lihat At-Tahdzib 2/249 no. 516 sebagaimana dalam Lamud Durril Mantsur Minal Qoulil Ma’tsur, karya Abu Abdillah Jamal bin Furaihan al-Haritsiy, muraja’ah : As-Syaikh Sholih Al-Fauzan –hafizhahullah-, (hal. 27)] Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Aqidah & Manhaj, Bukti & Fakta, Jarh | Leave a Comment »

Fatwa Kesesatan Jama’ah / Ormas / Yayasan Wahdah Islamiyah Bag.3

Ditulis oleh tukpencarialhaq di/pada Desember 15, 2009

bismillah

FATWA KESESATAN JAMA’AH / ORMAS / YAYASAN WAHDAH ISLAMIYAH (Bag. 3)

new1a
Syaikh Rabi’ bin Hady Al-Madkhaly [1]– hafidzhohullah –
(Imam Jarh wat Ta’dil)

Mereka tidak berhukum dengan apa yang diturunkan oleh Allah, baik kepada pribadi-pribadi, kepada jama’ah-jama’ah maupun kepada pemerintah. Bahkan mereka menghukumi sesuai dengan hawa nafsunya, padahal mereka mendengung-dengungkan Hakimiyatullah sedangkan mereka adalah orang yang paling membangkang terhadap Hakimiyatullah. Dan saya melihat bahwasanya mereka lebih ekstrim dari Murji’ah dalam menyikapi ahli bid’ah dan kesesatan.

Bagaimanapun banyaknya manusia yang terbenam dalam bid’ah-bid’ah yang besar, mereka tidak menganggapnya sebagai kemungkaran dan mereka tidak memandang bahwa hal ini mempunyai sangkut paut dengan Al-Wala’ wal Bara’. Wal’iyadzubillah. Maka mereka akan berwala’ kepada orang-orang yang telah kami sebutkan seperti : Sayyid Quthb, Hasan Al-Banna, Al-Maududy, At-Tilmisany, Al-Ghozaly, As-Siba’i, Sayyid Hawwa’, Fathi Yakan, Muhammad Surur Zainul Abidin dan selainnya dari para Imam kesesatan dan para pemimpin fitnah. Mereka berwala’ kepadanya dan menganggapnya sebagai para imam dan bahwa mereka adalah para mujaddid (pembaharu) dan mereka adalah para da’i Islam dan mereka adalah syuhada dan mereka…. dan mereka…. dan demikian seterusnya. Dan demi Allah ini adalah irja ekstrim yang sesungguhnya, sebab kemungkaran yang mereka lakukan tidak dianggap sebagai kemungkaran dan tidak dianggap sebagai kesesatan. Dimana peperangan terhadap irjasementara mereka berada beberapa derajat dibawah Murji’ah yang ekstrim, pahamilah ini… !!! Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Bukti & Fakta, Fatwa-Fatwa | Leave a Comment »

Fatwa Kesesatan Jama’ah / Ormas / Yayasan Wahdah Islamiyah Bag.2

Ditulis oleh tukpencarialhaq di/pada Desember 15, 2009

bismillah

FATWA KESESATAN JAMA’AH / ORMAS / YAYASAN WAHDAH ISLAMIYAH (Bag. 2)

new1a
Syaikh Rabi’ bin Hady Al-Madkhaly [1]– hafidzhohullah –
(Imam Jarh wat Ta’dil)

  

Kemudian Syeikh membaca beberapa perkataan Zaitun dan memberikan komentarnya :

Perkataan Zaitun : “Karena itu disini ada poin yang penting. Tauhid kita[2] hendaknya membawa kita kepada pengertian yang syamil[3] terhadap ajaran Islam ini.”

Komentar Syeikh : “Demi Allah tauhid kalian menelantarkan faham Islam, tauhid kalian adalah tauhidnya Sayyid Quthb, ‘Abdurrahman ‘Abdul Kholiq dan orang-orang yang semisalnya dari kalangan Sururiyyin Quthbiyyin,
demi Allah, menelantarkan Islam dan kaum muslimin.”.

Perkataan Zaitun : “Hendaknya membawa kita kepada pengertian yang syamil terhadap ajaran Islam ini. Kita tidak bisa menganggap seseorang itu dikatakan sebagai orang yang bertauhid atau orang-orang yang benar-benar Salafiyyah lalu jika dia menganggap masih ada hukum lain yang lebih baik dari hukum Allah”.

Jawaban Syeikh : “Siapa yang menganggap bahwa di sana ada hukum lain yang lebih baik dari hukum Allah ? Menurut Salafiyyin dia kafir, sedangkan kamu masih ragu-ragu menentukan apakah dia Salafy atau bukan Salafy karena sesungguhnya kamu tidak mengerti Salafiyyah. Kami tidak ragu-ragu tentang keislamannya !!, dia kafir !! Lalu bagaimana dia (Zaitun-pent) mengatakan kita tidak mampu untuk mengatakan bahwasanya dia Salafy atau berada diatas Salafiyah. Ini perkataan orang yang tidak paham. Kami tidak mengatakan bahwa orang yang menganggap adanya hukum lain yang lebih baikdari hukum Allah -kami tidak mengatakan- dia itu Salafy, kami tidak mengatakan dia itu muslim, bahkan dia adalah kafir. Keraguanmu ini dan ketidaktegasanmu pada permasalahan ini, tentang hakimiyah yang merupakan hal yang paling khusus yang kalian sangat peduli terhadapnya sementara kamu ragu-ragu apakah dia Salafy atau bukan Salafy. Orang ini (yang menganggap bahwa disana ada hukum lain yang lebih baik dari hukum Allah) adalah kafir yang nyata menurut Salafiyyin dan Para Imam kaum muslimin”. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Bukti & Fakta, Fatwa-Fatwa | Leave a Comment »

Fatwa Kesesatan Jama’ah / Ormas / Yayasan Wahdah Islamiyah Bag.1

Ditulis oleh tukpencarialhaq di/pada Desember 15, 2009

bismillah

FATWA KESESATAN JAMA’AH / ORMAS / YAYASAN WAHDAH ISLAMIYAH (Bag. 1)

new1a
Syaikh Rabi’ bin Hady Al-Madkhaly [1]– hafidzhohullah –
(Imam Jarh wat Ta’dil)

Wahai penanya yang mulia, pertanyaan-pertanyaan berikut ini seputar jama’ah atau yayasan yang mereka namakan Yayasan Wahdah Islamiyah (YWI-pent). Dari selah-selah apa yang antum ajukan tentang jama’ah ini, maka saya melihat bahwasanya mereka adalah Jama’ah Hizbiyah QutHbiyah Sururiyah berlawanan dengan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dan manhaj mereka bertentangan dengan manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah.

Mereka ikut bersama dengan kelompok-kelompok yang sesat dalam perkataan mereka tentang bolehnya berdemonstrasi dan bolehnya ikut pemilu kadang dengan ber-istisyhad (berpatokan, menjadikannya sebagai penguat) pada fatwa sebagian ‘Ulama Ahlussunnah, tetapi kenyataannya, orang yang memperhatikan fatwa-fatwa tersebut dan mengetahui syarat-syarat yang disebutkan oleh para ‘ulama dalam hal bolehnya ikut pemilu, maka dia akan melihat/mendapati bahwasanya mereka tidak konsisten dengan syarat-syarat tersebut, seandainya mereka konsisten dengannya maka mereka tidak akan ikut Pemilu di negeri manapun di antara negeri-negeri yang ada sekarang.

Dan ucapan mereka tentang Tauhid Hakimiyah, mereka mengambilnya dari Sayyid Quthb. Hakimiyah menurut Sayyid Quthb adalah hal yang paling khusus dari Tauhid Uluhiyah dan dengannya (pemahamannnya tentang tauhid hakimiyah ini-pent) ia mengkafirkan seluruh masyarakat muslim tanpa mengecualikan pribadi dan jama’ah pun kecuali orang-orang yang semodel dengannya, tetapi pada saat yang sama dia tidak memberi perhatian dan tidak peduli dari segala bid’ah-bid’ah kekufuran seperti men-Ta’thil (membatalkan, membuang) sifat-sifat Allah, pemahaman hululiyah (pemahaman kufur yang menganggap bahwa Allah menyatu dengan makhlukNya), (pemahaman) wihdatul wujud (menganggap semua yang ada hakikatnya adalah Allah), mencerca shahabat, menikam (baca: merendahkan) sebagian Nabi-nabi, orang ini tidak peduli dengan semua perkara tadi dan (demikian pula) para pengikutnya tidak peduli dengan segala sesuatu dari bentuk kesesatan yang ia (Sayyid Quthb) dan orang-orang yang semisal dengannya jatuh di dalamnya. Bagaimanapun sesatnya seseorang pada ‘aqidahnya dia tidak memandangnya sebagai kesesatan yang menafikan Laa Ilaha Illallah sebagaimana perbuatan (baca:pandangan) Sayyid Quthb dalam kitabnya Ma’alim fit Thoriq yaitu dia menganggap semua masyarakat Islam sesat dan dia tidak melihat kesesatannya itu dalam ‘aqidahnya ataupun selain ‘aqidah dan dia menganggap bahwa kesesatan itu hanyalah dalam masalah hakimiyah saja. Ini semuanya adalah kebodohan dan kesesatan dan pokok yang paling mendasar dari pemahaman Murji’ah ekstrim. Bahkan manhaj ini yang tidak menganggap bahwa bid’ah Rofidhoh (syiah ekstrim), Khawarij (kelompok yang mengkafirkan pelaku dosa besar), Shufiyah Quburiyah yang di dalamnya ada istighoshah (meminta tolong) kepada selain Allah, hululiyah dan wihdatul wujud, dia tidak melihat perkara-perkara ini menafikan Laa Ilaha Illallah. Sesungguhnya ini adalah kesesatan yang paling sesat dan dia menetapkan hal ini dalam kitabnya “Ma’alim fit Thoriq” dia tidak menganggap ada dalam masyarakat kaum muslimin perkara-perkara yang mengkafirkan kecuali kalau menyelisihi Hakimiyah saja. Ini adalah kesesatan yang tiada bandingannya melampaui segala kelompok yang sesat, Wal’iyadzu billah. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Bukti & Fakta, Fatwa-Fatwa | Leave a Comment »

Mengapa Saya Keluar dari Wahdah Islamiyah? (Bag. 2)

Ditulis oleh tukpencarialhaq di/pada Desember 2, 2009

bismillah

Mengapa Saya Keluar dari Wahdah Islamiyah? (Bag. 2)
Abu Abdillah Sofyan Chalid bin Idham Ruray
(Mantan Kader & Da’i Wahdah Islamiyah Makassar)
-حفظه الله تعالى وغفر له ولوالديه ولجميع المسلمين-
new1a
Editor : Al-Ustadz Abdul Qodir
Muroja’ah : Al-Ustadz Dzulqarnain

  • Kedua : Muwazanah (Menyebutkan penyimpangan seseorang bersamaan dengan kebaikannya)

Adapun tentang keharusan muwazanah, terkadang dalam ceramah asatidzah WI tidak dengan terang-terangan mengatakan keharusan muwazanah, seperti dengan mengistilahkan tawazun, atau dengan ungkapan Ust. Yusron dalam salah satu kaset ceramahnya, ketika ia menjelaskan firman Allah -Ta’ala- tentang adanya Ahli Kitab yang berkhianat dan ada pula yang amanah. Di situ Ust. Yusron mengatakan, “Ayat ini merupakan dalil, terserah mau dinamakan muwazanah atau apa[1]”.

Dalam kaset berjudul Muhasabah, Ust. Yusron mengatakan, “Kalau hanya perkara muwazanah ini yang menjadi sebab permusuhan WI dengan Salafy, maka kami siap meninggalkan muwazanah, tapi tidak dalam prakteknya”. Saya kutip secara makna, silahkan merujuk langsung ke kaset-kaset tersebut.

Secara tersirat ia mengharuskan muwazanah dengan istilah apapun. Ini membantah persangkaan sebagian orang bahwa asatidzah WI tidak mengharuskan muwazanah. Ini dikuatkan oleh perkataan Hasan Bugis yang diterjemahkan oleh Ust. Rahmat Abdurrahman, Lc ketika dauroh di Kalimantan dan telah dibantah oleh Al-Ustadz Abu Karimah Askari –jazahullahu khoiron-. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Aqidah & Manhaj, Jarh, Kesaksian | Leave a Comment »

Sikap Yang Benar Terhadap Kutub Syaikh Ali Hasan Al Halabiy

Ditulis oleh tukpencarialhaq di/pada November 26, 2009

bismillah

Sikap Yang Benar Terhadap Kutub Syaikh Ali Hasan Al Halabiy

new1a

Berikut adalah fatwa Syaikh ‘Ubaid bin ‘Abdillah Al Jabiri hafizahullah ketika ditanya oleh Syaikh Ahmad bin ‘Umar bin Salim Bazemol hafizahullah pada hari Selasa tanggal 29/11/1430 Hijriyah tentang hukum membaca kitab-kitab Syaikh ‘Ali Hasan Al Halabiy yang berkenaan dengan manhaj.

Syaikh ‘Ubaid Al Jabiri menjawab:”(Sedangkan) kitab-kitabnya yang sekarang ini pada hakikatnya aku nasehatkan untuk tidak membacanya, karena ada padanya prasangka terhadap ahlus sunnah dan juga ada padanya sikap yang jelas membela ahlul bida’ misal pembelaannya terhadap Muhammad Hasan, Adnan Ar’ur serta selain mereka. Sedangkan membaca kitab-kitabnya beberapa tahun sebelum itu maka tidak mengapa……

سئل الشيخ العلامة عبيد الجابري حفظه الله تعالى : هل تنصحون بقراءة كتبه – أي علي الحلبي – خاصة ما يتعلق بالمنهج ؟
فأجاب حفظه الله تعالى : كتبه : كتبه الأخيرة لا أنصح في الحقيقة بقراءتها لما فيها من التحامل على أهل السنة وفي المقابل الثناء على المتلوثين بالبدع والمحدثات مثل محمد حسان وعدنان عرعوروغيرهم، وأما قبل ذلك بسنين فالظاهر أنه لا بأس بقراءتها

 

http://sahab.net/forums/showthread.php?t=373362

Sumber: http://ibnusarijan.blogspot.com/2009/11/sikap-yang-benar-terhadap-kutub-syaikh.html

Artikel terkait:

Tahdzir Ulama atas Ali Hasan Al Halabi yang Menyimpang !

Tahdzir atas Ali Hasan : Bukan Pertikaian Syaikh Ahmad Bazmul vs Ali Hasan

Tahdzir Ulama atas Ali Hasan : Tanggapan Syaikh Rabi’ ibn Haadi al Madkhali

 

Ditulis dalam Aqidah & Manhaj, Fatwa-Fatwa, Jarh | Leave a Comment »