Untuk Para Pencari Al Haq

Blog Anti Teroris, Menyajikan Bukti dan Fakta yang Nyata

  • بسم الله الرحمن الرحيم

    السلام عليكم و رحمت الله و بركاته Ahlan wa sahlan.. Alhamdulillah telah hadir blog Untuk Para Pencari Al Haq, Blog ini kami peruntukkan bagi mereka yang haus akan kebenaran, yang ingin mencari al haq ditengah badai fitnah yang menimpa kaum muslimin khususnya Salafiyyin. Mudah-mudahan kehadiran blog ini bisa menjadi salah satu media yang membantu bagi para pencari al haq. CARILAH AL HAQ DAN BILA ENGKAU TELAH MENDAPATINYA GENGGAMLAH KUAT-KUAT DAN JANGAN TERLEPAS KEMBALI... والسلام عليكم و رحمت الله و بركاته
  • Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:

    وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَالَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلاً. يَاوَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلاً. لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولًا “Dan ingatlah hari ketika itu orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata, ‘Aduhai kiranya dulu aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku, andai kiranya dulu aku tidak menjadikan si Fulan itu teman akrabku. Sungguh ia telah menyesatkan aku dari Al-Qur`an ketika Al-Qur`an itu telah datang kepadaku.’ Dan adalah setan itu tidak mau menolong manusia.” (Al-Furqan: 27-29)
  • Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    الرَّجُلُ عَلَى دِيْنِ خَلِيْلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ “Seseorang itu menurut agama teman dekat/sahabatnya, maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat dengan siapa ia bersahabat/berteman.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi. Dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 927)
  • Kategori

  • Arsip

  • KALENDER

    Mei 2011
    S S R K J S M
    « Apr   Jun »
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    3031  
  • Radio Islam Indonesia

  • Komentar Terakhir

    fitrah di Soal Tazkiyah & Wasiat Ber…
    Admin IlmuSyari.com di Daurah Nasional “asy-Syari’ah”…
    abdurrahman abu hilm… di Khutbah Jum'at Syaikh Han…
    abdur di Jihad Yaman, Antara Tingkah Pe…
    Muhsin al Jakarty di Syaikh Hani Mengirimkan Gambar…
    muhammad thoifur di (RAFIDHAH &) "MASYAYI…
  • Flag Counter

    free counters
  • IP
  • Pengunjung Ke

    • 916,605 hits

Al Halabi dan Keyakinan Barunya Bag 3

Posted by tukpencarialhaq pada Mei 24, 2011


Al Halabi dan Keyakinan Barunya… Bag:3

new1a

Aqidah Sebagai Ukuran ke-salafiyah-an Seseorang

Walaupun Manhajnya Menyimpang ( 2 )

Lanjutan: >>

Para pembaca rahimakumullah…

Ali Hasan Al-Halabi, sosok muda yg banyak dikagumi disebabkan karya tulis, tahqiq, takhrij, dan karya2 lainnya.. hal itu membuat pandangan manusia menjadi gulita… seakan semua benak mengarah ketujuan yg sama, mungkinkah orang yang seperti itu kualitasnya terjatuh kepada kesalahan? Mungkinkah dia kan tergelincir? Atau barangkali para ulama’ kibar itu yg salah memahami? Berbusuk sangkah? Atau anggapan-anggapan lainnya… wallahul musta’an

Para pembaca rahimakumullah,

Sebelum membaca bagian kedua ini, jika anda belum membaca bagian yang pertama, maka kami tekankan untuk membacanya agar tidak salah dalam memahami.

>> Dengan inilah dapat diketahui kesalahan Al-Halabi dalam permasalahan ini; aqidah dan manhaj adalah dua hal yang saling berkaitan dan tidak boleh dipisahkan.

Asy-Syaikh Al-Albani berkata: “Dan Barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruktempat kembali.(QS. An-Nisa’:115)

Mengikut jalan kaum mukminin atau tidak mengikut jalan kaum mukminin adalah perkara yg sangat penting sekali, baik mengikuti atau meninggalkan. Siapa saja mengikuti jalan kaum mukminin maka dia lah orang yang sukses di sisi Rabbul ‘alamin, dan siapa saja menyelisihi jalan kaum mukminin, maka baginya jahannam dan ia adalah sejelek-jelek tempat kembali.” [ Fitnatu Takfir hal.53 ]

Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan berkata: “Apabila suatu manhaj itu benar, maka pemiliknya termasuk menjadi ahli surga; jika dia berada di atas manhaj rasul dan manhaj salafus shalih maka dia akan menjadi ahli surga dengan ijin Allah. Tetapi jika dia di atas manhaj sesat maka dia mendapat ancaman dengan neraka. Jadi, ke shahihan manhaj dan tidaknya akan berakibat atasnya; surga atau neraka.” [ Al-Ajwibatul Mufidah 125 ]

Begitu pula Asy-Syaikh Ubaid Al-Jabiri berkata, “Islam tersusun dari dua perkara ini, aqidah yg benar juga manhaj yang lurus dan selamat. Tidak boleh terpisah antara satu dengan yang lainnya. Siapa saja yg manhajnya rusak bisa dipastikan bahwa hal itu bersumber dari aqidahnya yang rusak. Jika sebuah aqidah bisa istiqamah di atas bentuk yg shahih, maka akan istiqamah pula manhajnya.” [ Al-Idhah wal Bayan fi Kasyfi ba’di Tharaiqi Firqatil Ikhwan ]

KETERANGAN:

Itulah keterangan para ulama’ kibar, bahwa manhaj dan aqidah adalah dua perkara yg saling terkait dalam islam dan tidak boleh dipisahkan. Seseorang yang aqidahnya benar hal itu bersumber dari manhajnya yang benar.. dan seseorang yang aqidahnya rusak hal itu bersumber dari manhajnya yang rusak…

Bandingkanlah dengan keyakinan baru Al-Halabi, bagaimana dia membedakan aqidah dan manhaj dari semua sisinya.. sehingga menurutnya, kerusakan sebuah manhaj tidak punya pengaruh apapun terhadap aqidah yg kokoh, dan kerusakan aqidah seseorang tidak punya pengaruh apapun tehadap manhaj yg kokoh…

Saudaraku. Bangunlah dari tidur nan panjang dan sadarlah … apa kiranya yg membuatmu terhalangi untuk menerima penjelasan para ulama’ kibar dan meninggalkan berbagai penyimpangan Al-Halabi?! Kekaguman? atokah….???

Saudaraku, renungkanlah… seandainya qo’idah-qo’idah al-halabi tersebut bersumber dari salaf… mengapakah para ulama’ kibar mengingkarinya?? Atokah Al-Halabi lebih mengerti ttg qo’idah salaf dibandingkan syaikh Shalih Al-Fauzan, Syaikh Ubaid, dan para masyayikh lainnya??

Catatan:

Saudaraku, apa yang kami torehkan ini adalah murni pernyataan para ulama’ kibar, bukan diambil dari saku usang si penulis… ketika para ulama’ telah menyebarkan fatwa mereka… ketika para masyayikh telah mencetak bantahan mereka… maka kewajiban kami adalah meneruskannya kpd kaum muslimin di bumi pertiwi ini…

Bukankah termasuk menyembunyikan ilmu, ketika para ulama’ telah menjelaskan suatu urusan umat, kita tidak menjelaskannya kpd umat? Padahal umat sangat butuh dgn penjelasan tersebut…

Ikuti terus serial seru berikutnya…. Penyimpangan fatal Ali Al-Halabi yg telah dibantah para ulama’ kibar….

Sumber: http://warisansalaf.wordpress.com/2011/05/20/al-halabi-dan-keyakinan-barunya-%e2%80%a6-bag3/

Iklan

Sorry, the comment form is closed at this time.

 
%d blogger menyukai ini: