Untuk Para Pencari Al Haq

Blog Anti Teroris, Menyajikan Bukti dan Fakta yang Nyata

  • بسم الله الرحمن الرحيم

    السلام عليكم و رحمت الله و بركاته Ahlan wa sahlan.. Alhamdulillah telah hadir blog Untuk Para Pencari Al Haq, Blog ini kami peruntukkan bagi mereka yang haus akan kebenaran, yang ingin mencari al haq ditengah badai fitnah yang menimpa kaum muslimin khususnya Salafiyyin. Mudah-mudahan kehadiran blog ini bisa menjadi salah satu media yang membantu bagi para pencari al haq. CARILAH AL HAQ DAN BILA ENGKAU TELAH MENDAPATINYA GENGGAMLAH KUAT-KUAT DAN JANGAN TERLEPAS KEMBALI... والسلام عليكم و رحمت الله و بركاته
  • Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:

    وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَالَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلاً. يَاوَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلاً. لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولًا “Dan ingatlah hari ketika itu orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata, ‘Aduhai kiranya dulu aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku, andai kiranya dulu aku tidak menjadikan si Fulan itu teman akrabku. Sungguh ia telah menyesatkan aku dari Al-Qur`an ketika Al-Qur`an itu telah datang kepadaku.’ Dan adalah setan itu tidak mau menolong manusia.” (Al-Furqan: 27-29)
  • Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    الرَّجُلُ عَلَى دِيْنِ خَلِيْلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ “Seseorang itu menurut agama teman dekat/sahabatnya, maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat dengan siapa ia bersahabat/berteman.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi. Dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 927)
  • Kategori

  • Arsip

  • KALENDER

    Januari 2015
    S S R K J S M
    « Des   Feb »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  
  • Radio Islam Indonesia

  • Komentar Terakhir

    fitrah di Soal Tazkiyah & Wasiat Ber…
    Admin IlmuSyari.com di Daurah Nasional “asy-Syari’ah”…
    abdurrahman abu hilm… di Khutbah Jum'at Syaikh Han…
    abdur di Jihad Yaman, Antara Tingkah Pe…
    Muhsin al Jakarty di Syaikh Hani Mengirimkan Gambar…
    muhammad thoifur di (RAFIDHAH &) "MASYAYI…
  • Flag Counter

    free counters
  • IP
  • Pengunjung Ke

    • 922,059 hits

BENARKAH KHAWARIJ SAUDARA KITA???!!!!! (Syubhat Muhammad Ali Ishmah Adalah Syubhatnya Dedengkot Hizby Takfiri Khariji Adnan Ar’ur)

Posted by tukpencarialhaq pada Januari 1, 2015


Bismillahirrohmanirrohim. o

benarkah khawarij saudara kita, syubhat ali ishmah adalah syubhat adnan ar ur

BENARKAH KHAWARIJ SAUDARA KITA???!!!!!

(Syubhat Muhammad Ali Ishmah Adalah Syubhatnya Dedengkot Hizby Takfiri Khariji Adnan Ar’ur)

 

Pengantar

Seperti yang telah diketahui, telah disebarkan melalui akun facebook dengan nickname Muhammad Ali Ishmah (MAI) sebuah status tentang KHAWARIJ ADALAH SAUDARA KITA…

Berikut bukti screenshotnya:

Status Muhammad Ali Ishmah, Mereka (Khawarij) adalah saudara kita…

Gambar 1. Status Muhammad Ali Ishmah, Mereka (Khawarij) adalah saudara kita…

Sehingga sangat penting untuk kita ungkapkan sebuah pembuktian bahwa pernyataan tersebut adalah batil dan mencocoki syubhat yang diteriakkan oleh salah satu dedengkot Hizby Takfiri Khariji, Adnan Ar’ur hadahullah.

Adapun sosok Adnan Ar’ur sendiri telah dipaparkan tahdziran para ulama Ahlussunnah terhadapnya berikut contoh-contoh bukti kaidah dan pemikirannya yang menyimpang pada link berikut ini:

http://tukpencarialhaq.com/2013/05/06/parodi-rodja-bag-6-caldok-firanda-dedengkot-halabiyun-rodja-lindungi-arur-yang-sesat/

khawarij pendusta bukan saudara kita

Gambar 2. Ittaqillah…Pendusta Khawarij Takfiri bukanlah saudara kita wahai MAI!!!

Saatnya sekarang kita menyimak pembahasan terkait kebatilan Syubhat Muhammad Ali Ishmah (MAI).

Dan sengaja pada judul kita tampilsertakan nama Muhammad Ali Ishmah agar nantinya jika akun MAI tersebut mengARSIPkan bantahan ini (agar nampak adil, padahal kita berharap dia untuk berani bersikap lelaki dengan mengakui kesalahannya dan rujuknya) pada akun facebooknya maka para pembacanya langsung memahami bahwa bantahan tersebut tertuju pada yang empunya facebook sendiri.
———

Muqaddimah

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah :

“Umat ini telah sepakat dalam mencela kelompok Al Khawarij dan memvonis mereka sebagai kelompok sesat, dan terdapat silang pendapat didalam pengkafiran mereka, sebagaimana 2 (dua) pendapat yang dikenal pada Madzhab Maliki dan Hambali, dan juga dalam Madzhab Syafi’i, terdapat silang pendapat didalam mengkafirkan mereka (Al Khawarij)”.

{Majmu’ Fatawa 27/557}

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Syubhat yang berbahaya serta bantahan atasnya terhadap pendalilan “Syaikh” Adnan Ar’Ur terhadap atsar ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu :

إخوَانُنا بَغَوا علَيْنا

“(Mereka; Khawarij) saudara kami yang memberontak kepada kami”

(Sebagaimana dalam rekaman kasetnya,) telah ditanyakan kepada “Syaikh” Adnan Ar’Ur sebagaimana dalam rekaman kaset yang berjudul :

بَراءَة السَّلفيِّين من مَطاعنِ المَدْخليِّين (2/2(

“Berlepas dirinya ‘Salafiyyin’ dari celaan-celaan Al Madkhaliyyin” kaset ke 2 side 2.

Tentang perkataannya :
“Al Khawarij saudara kami”

Maka dia menjawab :

“Iya, aku telah mengatakannya, dan aku tetap berpendapat demikian sampai hari kiamat.

APAKAH MEREKA HENDAK MEMPERDAYAIKU DENGAN ADANYA ULAMA YANG MEMPERMASALAHKANNYA? SEBAGAIMANA TELAH MEMPERDAYAIKU DARI KITAB-KITAB SYAIKH NASHR (AL ALBANI)? TIDAKLAH AKU MENDENGAR YANG LEBIH BODOH DARI INI!!

(Bukankah) Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu telah berkata TENTANG KHAWARIJ:

” إخواننا بغوا علينا “

“MEREKA SAUDARA-SAUDARA KAMI YANG MEMBERONTAK KEPADA KAMI” ??

Ini yang pertama,..maka sabar !!

Yang kedua,..(bukankah) muslim itu saudaramu ??

-selesai ucapan (baca: syubhat) Adnan Ar’Ur-

—————————–

BANTAHAN :

Sungguh “Syaikh” Adnan Ar’Ur telah berangan-angan lemah bahwasanya Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata tentang Khawarij :

“Mereka saudara kami yang memberontak kepada kami”

Kemudian berdalilkan perkataan Ali radhiyallahu ‘’anhu tersebut dengan perkataannya bahwa :

KHAWARIJ ADALAH SAUDARA KITA !!

Padahal sesungguhnya Ali radhiyallahu ‘anhu mengatakan kalimat tersebut kepada AHLUL JAMAL (orang-orang yang terlibat pada perang Jamal yang diantara mereka para sahabat Radhiyallahu Ta’ala ‘anhum ajma’in yang mana dalam hal ini mereka berijtihad, dan merekalah ahlu ijtihad, dan kami menjaga lisan kami terhadap para sahabat Radhiyallahu Ta’ala ‘anhum ajma’in , -pen) BUKAN kepada kelompok Khawarij.

Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam ‘Mushannaf’ nya (15/256) Al Baihaqy dalam ‘Sunan’nya (8/172,183) dan Abul Arab dalam ‘Al Mihan’ (105,106)

Dari Abul Bakhtary berkata:
Ali radhiyallahu’ anhu ditanya tentang Ahlul Jamal, “Apakah mereka orang-orang musyrik?”

Beliau berkata : “Bahkan mereka lari dari kesyirikan.

Ditanya lagi : “apakah mereka munafiq?”

Beliau berkata : “Sesungguhnya orang-orang munafiq itu tidaklah mengingat Allah kecuali sedikit,”

Ditanya lagi: “maka apakah (keadaan) mereka?”

Mereka adalah saudara-saudara kami yang melampaui batas kepada kami”

Adapun tentang Khawarij, maka telah diriwayatkan dari Abdurrazzaq (10/156) dan Ibnu Abi Syaibah (15/332) dan Ibnu Nashr dalam ‘Ta’dhzim Qadr Ash-Shalah’ (591-594) dan Al Baihaqi (8/174) dari Thariq bin Syihab berkata :
“Aku berada di sisi Ali radhiyallahu ‘anhu, maka ditanyakan tentang Ahlu An Nahrawan (orang-orang Khawarij yang diperangi oleh Khalifah Ali radhiyallahu ‘anhu di Nahrawan) apakah mereka orang-orang musyrik ?

Beliau berkata : ” (tidak) bahkan mereka lari dari kesyirikan”.

Ditanya lagi : “apakah mereka orang-orang munafiq ?”

Beliau berkata: “Orang-orang munafiq tidaklah mengingat Allah kecuali sedikit”

Mereka berkata lagi : “Kalau begitu apakah (keadaan) mereka ?”

Beliau berkata : “Mereka adalah suatu KAUM yang memberontak kepada kami”.

Pada sanad yang diriwayatkan oleh Abdurrazzaq ada inqhitha’ (keterputusan sanad) akan tetapi pada riwayat Ibnu Abi Syaibah dan Ibnu Nashr sanadnya tersambung dan shahih, dan inilah lafadz kalimat (beliau -‘Ali- yang benar) sebagaimana yang anda lihat, bukan kalimat ( إخواننا : saudara kami) (akan tetapi beliau menggunakan lafadz ‘قوم’ : kaum)

Dan telah disebutkan oleh Ibnu Katsir rahimahillah dalam Al Bidayah wan Nihayah (10/591) dengan lafadz ( إخواننا : saudara kami) yang ditujukan kepada orang-orang Khawarij, AKAN TETAPI beliau (telah salah dan) menyangka telah berbuat baik, ketika beliau membawakan dengan sanadnya dari (Kitab Al Khawarij) oleh Al Haitsam bin ‘Ady dari Ismail bin Abi Khalid, dan Al Haitsam ini riwayatnya mungkar sebagaimana pada biografinya dalam kitab “Tarikh Baghdad” (14/50), dan yang menunjukkan atas kemungkaran (periwayatannya) sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Nashr dalam kitabnya yang telah lewat penyebutannya hal. 593 tentang atsar tersebut, akan tetapi dari jalur periwayatan Waki’ dari Ismail bin Abi Khalid dengan sanadnya, disebutkan dengan lafadz ” قوم حاربونا” : Suatu kaum yang memerangi kami.
Dan sanadnya shahih, maka ini menunjukkan bahwa lafadz ” إخواننا بغوا علينا” : mereka saudara kami yang memberontak kepada kami” dari kemungkaran Al Haitsam.

1. Oleh karena itu Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata dalam “Risalah Fadhlu Ahlul Bait wa Huququhum” halaman. 29 :

“Telah shahih dari Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu dari sikap beliau diantaranya :
Ketika memerangi Ahlul Jamal beliau tidak mencela anak keturunan mereka, tidak merampas harta mereka (tidak menjadikannya ghanimah), tidak menghabisi mereka yang terluka, tidak mengejar yang lari, tidak membunuh yang ditawan, dan beliau menshalati korban yang terbunuh pada kedua belah pihak baik pada perang Jamal maupun Shiffin dan beliau berkata ‘إخواننا يغوا علينا’ : Saudara kami yang melampaui batas kepada kami’ dan beliau menjelaskan bahwa mereka bukanlah orang-orang kafir ataupun munafiq.
Mengikuti apa yang telah difirmankan dalam Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena Allah Ta’ala menyebut mereka dengan nama ‘إخوة’ : saudara, dan menjadikan mereka sebagai orang-orang beriman yang berperang dan melampaui batas.

Sebagaimana yang di firmankan oleh Allah Ta’ala dalam QS. Al Hujurat 9 ;

وَإِنْ طَائِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا ۖ فَإِنْ بَغَتْ إِحْدَاهُمَا عَلَى الْأُخْرَىٰ فَقَاتِلُوا الَّتِي تَبْغِي حَتَّىٰ تَفِيءَ إِلَىٰ أَمْرِ اللَّهِ ۚ فَإِنْ فَاءَتْ فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا بِالْعَدْلِ وَأَقْسِطُوا ۖ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! Tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. Kalau dia telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku adil; sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil. (QS. Al-Hujurat 49:9)

Beliau (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah) juga berkata di halaman 31:

Tidaklah sama antara yang wafat (setelah diperangi) kemudian dishalati atasnya dan disebut dengan nama ‘إخواننا’ dengan orang-orang yang wafat (setelah diperangi) dan TIDAK dishalati atasnya, bahkan dikatakan :

‘Orang-orang yang sia-sia usahanya dalam kehidupan dunia sedangkan mereka menyangka telah berbuat baik’

Dan beliau berkata: “Merekalah orang-orang Ahlu An Nahrawan (Khawarij yang berperang melawan pasukan Ali radhiyallahu anhu).”

Maka inilah perbedaan antara Ahlu Al Harura (Harury/Khawarij) dengan selain mereka sebagaimana yang telah disebutkan oleh Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu pada pemerintahan beliau dengan ucapan dan perbuatan, sesuai dengan Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya dan inilah yang benar, yang tidak ada tandingannya bagi siapa yang diberi hidayah kepada Petunjuk-Nya”

Begitupula yang dikatakan oleh beliau (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah) dalam “Majmu’ Fatawa” (27/518) juga pada Kitab “Minhajus Sunnah” (4/497) dan (7/407) dan ini dari ketelitian serta kecermatan beliau rahimahullah (setelah taufiq dari Allah,-pen).

2. Dan diantara pendapat yang mendukung pendapat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah adalah apa yang diriwayatkan oleh Imam Al Qurtubi dalam tafsirnya (16/323-324).

Dan jika kita mengasumsikan bahwa perkataan Ali bin Abi Thalib radhiyaallahu ‘anhu ditujukan kepada Khawarij, maka kami katakan kepada Adnan Ar’Ur :

Apakah perkataan Ali radhiyallahu ‘anhu ini untuk menerjang sekat Al Wala’ wa Al Bara’ ataukah beliau mengucapkannya untuk maksud yang lain?

(Atau) apakah perkataannya ini untuk menguatkan Al Wala’ dalam bingkai Ukhuwah/Persaudaraan yang diikuti dengan rasa Mahabbah/Cinta dan Kasih Sayang pada kasus mereka ini?

Sebagaimana yang telah dilakukan oleh Adnan Ar’Ur dalam penentangannya terhadap Salafiyyin?

Sungguh Ali radhiyallahu ‘anhu mengatakannya untuk mengangkat dari sifat kekufurannya saja, karena orang mukmin membenci mereka karena Allah dan itulah yang dituntut, maka mereka menanyakan tentang keIslaman dan kekufuran mereka, maka jawabannya sesuai dengannya. Maka dimana posisi ucapan Adnan Ar’Ur disini ??

Maka rujuklah -jika anda mau- kitab “At Tamhid” oleh Ibnu Abdil Barr rahimahullah (23/336) atas jawaban yang (kita) perselisihkan ini, apakah perkataan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu ini ditujukan kepada Khawarij atau jika tidak, maka telah engkau ketahui perkataan beliau ini ditujukan kepada Ahlul Jamal seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (15/277-292) dengan sanad yang shahih dari Muhammad bin Ali Al Baqir bahwa:

“Ada seorang yang menyebut-nyebut di sisi Ali tentang Ahlul Jamal sampai menyebutkan tentang kekufuran mereka, maka Ali radhiyallahu ‘anhu pun mengingkarinya”

Dan diperjelas lagi, apa yang disebut berikut ini :

-Bahwa nash-nash telah mutawatir tentang diperintahkannya memerangi Khawarij serta dibongkar dan diingkarinya mereka, maka tidaklah dinisbatkannya terhadap atsar tersebut (kepada kaum Khawarij).

Dan seandainya atsar tersebut shahih dan benar ditujukan kepada kaum Khawarij (maka bagaimana) di hadapan mereka dari hadits-hadits dan atsar-atsar yang sulit untuk mereka tolak ??
Yakni diantaranya sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :

“طوبى لمن قتلهم أو قتلوه

– “Beruntunglah orang-orang yang membunuh mereka (Khawarij) atau yang dibunuh oleh mereka.

“هم شر الخلْق والخليقة “

– “Mereka seburuk-buruk makhluk yang diciptakan”

” لئن أدرَكْتهم لأقنُلَنهم قَتْلَ عاد “

– “Andai aku menjumpai mereka, sungguh aku akan memerangi mereka sebagaimana memerangi kaum ‘Aad”

” مَن لقيهم فَلْيقتُلهم، فإنَّ في قَتْلهم أجراً لمن قتَلَهم يومَ القيامة “

-“Barangsiapa yang menjumpai mereka maka bunuhlah, karena sesungguhnya padanya ada pahala di hari kiamat”

Semua hadits di atas diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

(Catatan: pada setiap kalimat “memerangi”, “bunuh” dan semisalnya harus dibawah naungan penguasa/pemerintah, bukan masing-masing individu,-pen)

الخوارج كلاب النار

– Al Khawarij adalah anjing-anjing neraka
Diriwayatkan oleh Tirmidzi (3000) Ibnu Majah (176) dan selain mereka berdua dengan sanad yang shahih.

Dan nash-nash tentang hal ini sangatlah banyak, bahkan tidaklah didapati (jumlah) semisalnya serta penjabaran hadits-hadits dalam menjelaskannya kecuali terhadap kelompok Khawarij ini.

3. Kemudian, kaum salaf berlepas diri dari ahlul bid’ah sebagaimana yang nampak pada Al Qadariyyah di masa Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu anhuma dan tidaklah beliau pernah mengucapkan :

“Mereka ini saudara kita! Dan kalian wahai orang yang disibukkan dengan membantah saudara kalian! Kalian ini telah membuat lari, kurang adab dan hikmah !” Dan seterusnya…

Bahkan sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwasanya Abdullah bin ‘Umar berkata kepada orang-orang Qadariyyah:

“Jika kalian menjumpai mereka, khabarkan kepada mereka bahwa saya berlepas diri dari mereka dan mereka berlepas diri dari saya”.

Diriwayatkan pula oleh Ibnu Abi Syaibah (7/557) bahwa Umar bin Abdul Aziz rahimahullah berlepas diri dari orang-orang Khawarij.

Apakah akan kita katakan bahwa beliau berlepas diri dari saudaranya??!

Jika Adnan Ar’ur tetap bertahan dalam menyebutkan Khawarij dengan ‘إخواننا’ ; SAUDARA KAMI, maka sahabat Rasulullah menyebut mereka (Khawarij) dengan ‘Musuh-musuh Allah’ dan memerintahkan untuk memerangi mereka (Khawarij).

Dan diantara mereka (sahabat Rasulullah) ada yang memerintahkan untuk memerangi anaknya atau maulanya (yang jadi Khawarij) ketika mereka bertemu sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Sa’d (4/301) Ahmad (4/355,382) Ibnu Abi ‘Ashim dalam ‘As Sunnah’ (906) Al Lalika’i dalam Syarah Ushul I’tiqad (2312) dengan sanad yang dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam ‘Fi Dzilalil Jannah’.

Dalam Shahih Bukhari (4728) dari Mus’ab berkata :

“Adalah Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu anhu menyebut mereka dengan ‘Al-Fasiqun’ (orang-orang Fasiq) dan INILAH “Syaikh” Ar’Ur MENGANGGAP MEREKA SAUDARA??!

Dan Imam Bukhari berkata dalam Shahihnya (12/282 Al Fath) :

“Adalah Ibnu ‘Umar menyebut mereka dengan sejelek-jelek makhluk Allah, SEDANGKAN “Syaikh” Adnan Ar’Ur MENGANGGAP MEREKA SAUDARA??!

Dan para sahabat berlindung (kepada Allah) dari kejelekan mereka sementara Adnan Ar’Ur MENGANGGAP MEREKA SAUDARA??!

Diriwayatkan oleh Ibnul Mundzir dalam tafsirnya (242) dengan sanad yang hasan tentang kisah Kelompok Khawarij di negeri Syam….
(Dimana salah seorang sahabat yakni Abu Umamah Al Bahily radhiyallahu ‘anhu yang menyebutkan tentang Khawarij :

“Anjing-anjing Neraka, Anjing-anjing Neraka, Anjing-anjing Neraka 3X dan seburuk-buruk makhluk yang dibunuh di bawah kolom langit 2X, dan sebaik-baik orang yang dibunuh oleh mereka 2X, beliau mengucapkannya sambil menangis dan berkata “Semoga Allah menyelamatkan kita dari mereka, semoga Allah melindungi aku dan kalian dari mereka”.)

Dan sesungguhnya pendalilan Adnan Ar’Ur dengan perkataan Ali bin Abi Thalib ini mengingatkanmu dari pengikut pendapat yang ganjil yang meninggalkan dalil-dalil yang muhkam/jelas kepada dalil dalil yang samar/mutasyabih, yang mana Allah Ta’ala telah berfirman tentang mereka :

فَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَاءَ تَأْوِيلِهِ ۗ ِ

Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta’wilnya” (QS. Ali ‘Imran 3:7)

KALAU BEGITU, MENGAPA DIA MEMPERTENTANGKAN DALIL DALIL YANG JELAS DAN MUTAWATIR TERSEBUT (DALAM MENCELA KHAWARIJ DAN BERLEPAS DIRINYA PARA SAHABAT) MENUJU KEPADA ATSAR YANG YATIM (SEBATANG KARA) INI??

-selesai-

Sumber:
http://www.albaidha.net/vb/showthread.php?t=19889

WA Ittiba’us Sunnah – SAS

Artikel terkait:

Iklan

Satu Tanggapan to “BENARKAH KHAWARIJ SAUDARA KITA???!!!!! (Syubhat Muhammad Ali Ishmah Adalah Syubhatnya Dedengkot Hizby Takfiri Khariji Adnan Ar’ur)”

  1. Abdurrahman al Jawi said

    Jazakumullahu khairan katsiran.
    Semoga ikhwah di Medan segera seluruhnya mengetahui fitnah dan syubhat yang ditebarkan oleh Muhammad Ali Ishmah al Medani hadahullah.
    Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjadikan kita tetap istiqomah di atas manhaj salaf yang mulia ini, aaamiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: