Untuk Para Pencari Al Haq

Blog Anti Teroris, Menyajikan Bukti dan Fakta yang Nyata

  • بسم الله الرحمن الرحيم

    السلام عليكم و رحمت الله و بركاته Ahlan wa sahlan.. Alhamdulillah telah hadir blog Untuk Para Pencari Al Haq, Blog ini kami peruntukkan bagi mereka yang haus akan kebenaran, yang ingin mencari al haq ditengah badai fitnah yang menimpa kaum muslimin khususnya Salafiyyin. Mudah-mudahan kehadiran blog ini bisa menjadi salah satu media yang membantu bagi para pencari al haq. CARILAH AL HAQ DAN BILA ENGKAU TELAH MENDAPATINYA GENGGAMLAH KUAT-KUAT DAN JANGAN TERLEPAS KEMBALI... والسلام عليكم و رحمت الله و بركاته
  • Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:

    وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَالَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلاً. يَاوَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلاً. لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولًا “Dan ingatlah hari ketika itu orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata, ‘Aduhai kiranya dulu aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku, andai kiranya dulu aku tidak menjadikan si Fulan itu teman akrabku. Sungguh ia telah menyesatkan aku dari Al-Qur`an ketika Al-Qur`an itu telah datang kepadaku.’ Dan adalah setan itu tidak mau menolong manusia.” (Al-Furqan: 27-29)
  • Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    الرَّجُلُ عَلَى دِيْنِ خَلِيْلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ “Seseorang itu menurut agama teman dekat/sahabatnya, maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat dengan siapa ia bersahabat/berteman.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi. Dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 927)
  • Kategori

  • Arsip

  • KALENDER

    Desember 2019
    S S R K J S M
    « Nov    
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    3031  
  • Radio Islam Indonesia

  • Komentar Terakhir

    eks takfiry pada Membekuk Hizbi yang Bersembuny…
    awwam pada Membekuk Hizbi yang Bersembuny…
    Abu Faqih pada Menyingkap Syubhat dan Kebatil…
    Muslim Salafy pada Para Penulis Aloloom Adalah…
    Ahmad pada Menjawab Tuduhan Keji dan Dust…
    abdulkarim pada Markaz Al Albani Bangkroet…
  • Flag Counter

    free counters
  • IP
  • Pengunjung Ke

    • 1.066.007 hits

Posts Tagged ‘ihyaatturots’

Rekaman dan Terjemahan Fatwa Asy Syaikh Ubaid Al Jabiri Hafizhahullah Tentang Larangan Untuk Mendengarkan Radio Turotsiyyah Halabiyyah Ma’ribiyyah (semisal RODJA dll)

Posted by tukpencarialhaq pada Juli 26, 2012


Bismillahirrohmanirrohim. o

LARANGAN MENDENGARKAN
RADIO TURATSIYYAH-HALABIYYAH-MA’RIBIYYAH (semisal RODJA dll.)
(Asy-Syaikh Al-‘Allamah ‘Ubaid Al-Jabiri Hafizhahullah)

 

Pertanyaan:
Di dekat kami ada radio yang dia ini pengikut At-Turotsiyyin seperti Abul Hasan dan Ali Al-Halaby dan ada sebagian Salafiyyin yang menanyakan tentang hukum mendengarkan radio ini. Dan tentunya di radio ini disebarkan perkataan Al-Halaby, Ar-Ruhaily dan selain keduanya, padahal Salafiyyin memiliki radio sendiri dan memiliki CD-CD yang merekam durusnya para ulama dan para da’i (Salafiyyin) Indonesia dalam berbagai bidang ilmu, Tauhid, Sunnah, Akhlaq. Maka apakah anda menasehati anak-anak anda di Indonesia untuk mendengarkan radio ini?

Jawab:
Yang pertama, mencukupkan diri dengan mendengarkan radio Salafiyyin dan pada yang engkau sebutkan itu sudah cukup. Maka TIDAK DINASEHATKAN UNTUK MENDENGARKAN RADIO SELAIN SALAFY YAITU RADIO-RADIO YANG MENYIMPANG, SAMA SAJA APAKAH ITU TUROTSIYYAH MAUPUN HALABIYYAH, MA’RIBIYYAH.
Kedua, barangsiapa yang DIA INI MEMILIKI KEMAMPUAN KEAHLIAN/KAPASITAS LALU MENDENGARKAN RADIO INI DALAM RANGKA MEMBANTAHNYA MAKA TIDAK MENGAPA.
JADI ORANG-ORANG AWAMNYA AHLUSSUNNAH TIDAK DINASEHATKAN UNTUK MENDENGARKAN RADIO TERSEBUT.
Kewajiban kita hanya menjelaskan, dan termasuk kelembutan dan rahmat Allah kepada kita (yaitu) Allah tidak membebani kita untuk memberi hidayah kepada hati-hati manusia dan Allah tidak membebani kita agar kebenaran itu diterima oleh mereka…. Baca entri selengkapnya »

Posted in Aqidah & Manhaj, Bukti & Fakta, Fatwa-Fatwa, Kesaksian, Kritikan/ Bantahan | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Peringatan Asy-Syaikh ‘Ubaid dari Jama’ah sesat Ihya’ut Turats

Posted by tukpencarialhaq pada Juli 17, 2012


Bismillahirrohmanirrohim. o

Tahdzir Al Allamah Asy Syaikh Ubaid Al Jabiri hafizhahullah

Terhadap

Abdullah Al Ghunaiman dan Jum’iyyah Ihya’ Ut Turats

bukti kebobrokan manhaj ihya turots

Bukti kebobrokan manhaj Ihya’. Nampak Fahd al-Khannah dari Jam’iyyah Ihya’ at-Turats bersama Syi’i Rafidli ‘Adnan Sayyid ‘Abdus-Samad. Pertemuan ini diadakan oleh Dr. Nasir as-Sani’ dari Ikhwanul-Muslimin

Dimasa-masa fitnah membuncah sekarang ini dengan munculnya corong-corong kesesatan menjajakan dagangannya, aktif melemparkan syubhat melalui akun fb (fergaulan bebas) manhajnya dan munculnya orang-orang bermuka dua semacam (pendukung sengit Ja’far Salih) Fadhel Ahmad Al-Kendali yang bangkit amarahnya terhadap Ahlussunnah dengan menjadi sales promotor sekaligus beking bagi duat hizbiyyah semisal Firanda dengan berupaya mengaburkan sikap tegas para Masyayikh kita terkhusus Asy-Syaikh ‘Ubaid Al-Jabiri hafizhahullah dengan membuat kerancuan-kerancuan kepada umat manusia untuk memperbanyak pengikut mereka maka penting bagi kita untuk mengetahui sikap jelas dan tegas Asy-Syaikh ‘Ubaid Al-Jabiri hafizhahullah terhadap organisasi Hizbiyyah Ihya’ut Turats, para da’i mereka dan penjelasan beliau mengenai manhaj yang ditempuh oleh organisasi sesat tersebut. Semoga ada guna dan manfaatnya, amin (-ed.). Baca entri selengkapnya »

Posted in Aqidah & Manhaj, Bukti & Fakta, Fatwa-Fatwa, Kesaksian, Kritikan/ Bantahan, Umum | Dengan kaitkata: , , , , , , , | 6 Comments »

Ssst.. "Jangan Dikritik Dulu Nanti Dananya Tidak Keluar!"

Posted by tukpencarialhaq pada Juli 12, 2012


Bismillahirrohmanirrohim. o

“Jangan Dikritik Dulu Nanti Dananya Tidak Keluar”…Ucap Firanda MA.

jangan dikritik dulu

Pada suatu hari datang utusan Ihyaut Turats dari Kuwait ke Ma’had Jamilurrahman Jogja dalam rangka kunjungan dan mengisi muhadharah di Ma’had tersebut. Ketika itu para pengajar Jamilurahman, Firanda dan sebagian pengajar di Islamic Centre bin Baaz yang dipimpin oleh Abu Nida, datang pada acara muhadarah tersebut. Setelah selesai dari muhadharah, utusan Ihyaut Turats Kuwait  tersebut pun berjalan keluar sampai pada pelataran masjid, bertemulah dengan sebagian santri dan pengajar Ma’had Jamilurrahman di sana dan tiba-tiba salah satu pengajar Jamilurrahman (Abu Saad MA) mengenalkan Firanda kepada utusan dari Ihyaut Turats tersebut bahwa Firanda adalah seorang penuntut ilmu di Jaamiah Islamiyah Madinah. Terjadilah pembicaraan antara Firanda dengan utusan Ihyaut Turats dari kuwait tersebut yang didalam pembicaraan tersebut Firanda mengkritik  Abdurrahman Abdul Khaliq. Setelah beberapa menit terjadi dialog antara Firanda dan utusan Kuwait tersebut, utusan tersebut pergi bersama sebagian pengajar Islamic Center bin Baaz. Lalu kami (santri Jamilurrahman) beserta Firanda masih berada di halaman masjid, lalu Firanda berkata : “Jangan di kritik dulu, nanti dananya tidak keluar.” Lalu Firanda melanjutkan perkataannya lagi, “Ana pernah tanya kepada Syaikh Muhammad bin Hadi di sana dan ada beberapa teman yang bersama ana (Arifin Badri, Anas, Abdullah Taslim dll)… “Ya Syaikh, apa hukum mengambil dana Ihyaut Turats?” Syaikh menjawab : “Tidak boleh karena dikhawatirkan nanti ia akan menjadi sururi.” (kurang lebih seperti itu makna jawabannya –ed) lalu Firanda kembali bertanya (baca : ngga puas) : “Apakah seseorang itu dihukumi apa yang terjadi sekarang atau yang akan datang?” Lalu Syaikh Muhammad Hadi pun terlihat merah wajahnya dengan apa yang diucapkan oleh Firanda, sehingga kata Firanda teman-temannya menahan-nahannya untuk tidak melanjutkan apa yang ia tanyakan. Baca entri selengkapnya »

Posted in Aqidah & Manhaj, Bukti & Fakta, Kesaksian, Kritikan/ Bantahan | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments »

Hukum Menukil Pernyataan Ahlul Bid’ah – Fatwa Asy-Syaikh Abdullah Al-Bukhari Hafizhahullah

Posted by tukpencarialhaq pada Januari 13, 2012


Hukum Menukil Pernyataan Ahlul Bid’ah

Fatwa Asy-Syaikh Abdullah Al-Bukhari Hafizhahullah

  new1a

Apa Hukum Menukil Pernyataan atau Makalah atau Tulisan dari Orang-Orang yang Dihukumi sebagai Hizbi atau Ahli Bid’ah yang Diyakini atau Diketahui bahwa Pernyataan Mereka adalah Benar

Ya ini ya ikhwan, ada yang bertanya, cuma pertanyaannya saya setting, ya …saya edit…diedit.

Bolehkah kami membaca majalah atau yang semisalnya yang masih mengambil ucapan dari orang yang telah ditahdzir oleh Masyayikh Ahlussunnati wal Jama’ah. Masya Allah..yakin ya ditahdzir ya..

Thayyib ya ikhwan, terkait tentang masalah ini, itu kembali pada permasalahan, apa hukum menukil pernyataan-pernyataan orang yang menyimpang dari kalangan hizbiyyin ahlul ahwa’i wal bida’, menukil pernyataan mereka dalam karya-karya tulis kita, baik kitab atau makalah-makalah kita di bulletin atau makalah-makalah kita di sebuah majalah semisalnya. Baarakallahufiikum.

Tentang masalah ini baarakallahufiikum ini diantara oleh-oleh yang mau kita sampaikan kepada antum waktu kemarin berangkat haji. Alhamdulillah tatkala kita kemarin berangkat haji, sebelum manasik kita masih di Madinah, kita sempat berjumpa dan bertemu dengan Asy-Syeikh Al Fadhil Abdullah bin Abdurrahim Al Bukhari hafizhahullahu Ta’ala …… Baca entri selengkapnya »

Posted in Aqidah & Manhaj, Bukti & Fakta, Fatwa-Fatwa, Kesaksian | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Haruskah Menyebutkan Kebaikan Ahlul Bid’ah ?

Posted by tukpencarialhaq pada Oktober 23, 2011


Haruskah Menyebutkan Kebaikan Ahlul Bid’ah ?

Oleh Al Ustadz Muhammad Umar Assewed Hafizhahullah

new1a

Di antara syubhat yang dilontarkan oleh para mudzabdzabin1) adalah ucapan mereka: “Kita tidak boleh melupakan jasa-jasa dan kebaikan ahlul bid’ah”, “Ketika kita mengkritik ahlul bid’ah, kita harus pula menyebutkan kebaikan mereka”, atau “Bagaimana pun mereka juga mempunyai kebaikan” dan kalimat-kalimat lain yang semakna. Sebaliknya para ulama yang tidak menyebutkan kebaikan ahlul bid’ah dituduh dzalim dan tidak adil.

Mereka berupaya untuk meruntuhkan kaidah jarh (kritikan dan celaan) para ulama terhadap ahlul bid’ah, dengan menganggap bahwa perselisihan yang terjadi di kalangan kelompok-kelompok sempalan ahlul bid’ah adalah permasalahan keaneka-ragaman yang saling melengkapi, bukan pertentangan. Kemudian mereka memberikan syarat bagi siapa saja yang hendak mengkritik ahlul bid’ah dan menerangkan kesesatan yang ada padanya untuk menyebutkan pula kebaikan-kebaikannya. Barangsiapa yang tidak melakukannya berarti dia tergolong sebagai orang yang zalim dan berlebihan alias keterlaluan -menurut anggapan batil mereka-.

Mereka mencari-cari dalil untuk mendukung kebid’ahan mereka dengan ucapan yang samar, berbias atau mutasyabihat agar dapat dijadikan sebagai fitnah dan dicari-cari ta’wilnya. Hal ini sebagaimana yang dilakukan oleh Ahmad bin Abdurrahman as-Shuwayyan, Hisyam bin Ismail as-Shini, Salman al-Audah, Zaid az-Zaid, Aqil bin Muhammad al-Muqthiri, Abdurrahman Abdul Khaliq dan yang lainnya. Demikian pula yang dilakukan oleh para muqallid mereka yang ada di Indonesia yang didukung oleh yayasan-yayasan tertentu seperti ash-Shafwa, Ihyaut Turats, al-Haramain dan lain-lain.

Upaya mereka itu bertujuan untuk menghilangkan sekat pemisah antara ahlus sunnah dan ahlul bid’ah, untuk kemudian menggabungkan mereka dalam satu partai atau kelompok besar(hizbiyyah) yang hanya mementingkan kwantitas dan tidak mementingkan kwalitas.

Sungguh suatu upaya yang mustahil menggabungkan dua kelompok yang berlawanan. Yang satu mengatakan “Ikutilah sunnah jauhilah bid’ah”, sedangkan yang lain mengatakan: “Kerjakanlah kebid’ahan dan tinggalkanlah sunnah”. Baca entri selengkapnya »

Posted in Aqidah & Manhaj, Bukti & Fakta, Kesaksian, Kritikan/ Bantahan | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Nasehat Syaikh Khalid bin Dhahawi Azh-Zhafiri Hafizhahullah Ta’ala

Posted by tukpencarialhaq pada Juli 27, 2011


KALIMAT PENUTUP DAURAH MASYAYIKH, YANG DISAMPAIKAN OLEH SYAIKH KHALID BIN DHAHAWI AZH-ZHAFIRI HAFIZHAHULLAH TA’ALA

20 SYA’BAN 1432 H / 21 JULI 2011 M

new1a

Satu kalimat dipagi hari ini, disebabkan karena tidak lama lagi kami akan melanjutkan perjalanan Insya Allah, maka saya berkata:

Pada hakekatnya, kami berterima kasih kepada kalian atas kesungguhan kalian untuk hadir (dalam daurah ini) dan semangat kalian untuk menuntut ilmu, dan perhatian kalian dan kemuliaan kalian dalam menjamu para tamu. Hal ini sangat jarang kami dapati di negeri- negeri yang lain. Sebagaimana yang telah kami katakan: bahwa tidaklah kami keluar meninggalkan negeri ini melainkan kami selalu merasa rindu untuk kembali lagi kepadanya, disebabkan apa yang kami saksikan dari persaudaraan yang jujur, dan perhatian yang besar kepada ilmu dari para ikhwan disini, dan pada kalian seluruhnya insya Allah.

Maka saya ingin wasiatkan kepada kalian wahai saudara-saudaraku karena Allah, aku nasehatkan untuk diriku dan juga kalian:

Pertama: untuk bertaqwa kepada Allah Ta’ala, dan senantiasa ta’at kepada-Nya, menjauh dari berbagai macam syubhat dan syahwat, menjauh dari jalan syaitan, sebab bertaqwa kepada Allah merupakan keselamatan.

Sebagaimana aku nasehatkan kalian untuk perhatian terhadap ilmu, membaca kitab- kitab, dan bersungguh- sungguh padanya, mendengarkan kaset- kaset dan syrah- syarah dari kitab- kitab para ulama yang telah dikenal, dan tidak mengambil dari siapa saja yang didengar dan dibaca kitab- kitabnya, namun harus engkau mengetahui bahwa orang ini termasuk dari kalangan ahli ilmu yang dipercaya ilmu, manhaj dan juga aqidahnya, sehingga engkau tidak terjerumus kedalam syubhat yang dia sampaikan dalam keadaan kamu tidak merasakannya. Kalian harus menambah perhatian terhadap ilmu dan menuntut ilmu. Baca entri selengkapnya »

Posted in Aqidah & Manhaj, Bukti & Fakta, Fatwa-Fatwa, Kesaksian, Kritikan/ Bantahan, Umum | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , | 2 Comments »

Sikap Ulama’ Kuwait Terhadap Jum’iyyah Ihya’ Ut Turots

Posted by tukpencarialhaq pada Juni 27, 2011


Sikap Ulama’ Kuwait Terhadap Jum’iyyah Ihya’ Ut Turots

new1a

Oleh: Abu Muhammad Abdurrahman Sarijan

Segala puji hanya bagi Allah, sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada nabi akhir zaman, keluarganya, serta para sahabatnya.

Kemudian setelah itu;

Sesungguhnya telah banyak penjelasan dan nasehat yang telah kita peroleh dari ulama tentang kehizbiyyahan Jum’iyyah Ihya’ut Turots. Apatah
lagi penjelasan atau nasehat tersebut telah datang dari ulama yang bermuqim di negeri asal jum’iyyah hizbiyyah ini
. Lantas dalil/bukti apa lagi yang mereka butuhkan untuk menolak nasehat tersebut?!

Tentu kita masih ingat akan bukti-bukti yang dikeluarkan oleh saudara kita dari Inggris yang sekarang sedang bermuqim di Kuwait dan sedang belajar dengan Syaikh Muhammad Al-Anjeri hafizahullah Ta’ala, ya…Abu Sufyan Utsman Wiliam Beecher. Dalam tulisannya tersebut ia kemukakan borok-borok yang ada pada tubuh Jum’iyyah hizbiyyah Ihya’ut Turots dan demikianlah hakikat sebenarnya jum’iyyah ini. Pada diri pembesar-pembesar Ihya’ut Turots bercokol rasa permusuhan kepada pemerintah muslim, terutama Nadzim Sulthon. Mereka rupanya tidak tahu atau pura-pura tidak tahu berterima kasih kepada pihak kerajaan Kuwait yang mana salah satu keluarga dari pihak kerajaan telah mewaqafkan gedung (rumah) yang sekarang dijadikan markaz (kantor) mereka, sebut saja markaz Ihya’ut Turots cabang Jahra-Kuwait.

Apabila dalam tulisan ini kita fokuskan untuk membahas tentang penyimpangan Ihya’ut Turots, maka akan menjadi panjanglah tulisan ini dan cukuplah bagi kita dengan apa-apa yang telah dijelaskan oleh ulama seperti Syaikh Al-Albani rahimahullah, Syaikh ‘Ubaid Al-Jabiri hafizahullah, serta Syaikh Robi’ bin Hadi Al-Madkholi hafizahullah dan ulama-ulama lainnya -segala puji hanya bagi Allah semata-. Baca entri selengkapnya »

Posted in Aqidah & Manhaj, Bukti & Fakta, Fatwa-Fatwa, Kesaksian, Kritikan/ Bantahan | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Membongkar Syubhat Rifqan Ala Firanda Nandurjana

Posted by tukpencarialhaq pada April 1, 2011


NASEHAT ASY-SYAIKH AL-ALLAMAH AHMAD AN-NAJMY RAHIMAHULLAH TERHADAP ASY-SYAIKH AL-ABBAD HAFIZHAHULLAH TENTANG KITAB “RIFQAN AHLAS SUNNAH BI AHLIS SUNNAH”

 Bingkisan indah teruntuk Ahlussunnah wahai para ikhwah… lucutilah tipumuslihat renyah si firandah & sururiyyah

new1a

Makar apa sesungguhnya yang dimaukan oleh Hizbiyyin Sururiyyin Ikhwaniyyin Quthbiyyin Takfiriyyin dengan mengacung-acungkan kitab rifqan kepada Ahlus Sunnah? Layakkah bagi Ahlus Sunnah menerima uluran tangan sururiyyin untuk LERAI PERTIKAIAN SUDAHI PERMUSUHAN dengan saling rifqan atau berkasih sayang sebagaimana Surury Irsyadi rifqan dengan Ikhwani, Quthbi, Takfiri, Khariji???

Selengkapnya..

Kepada: Asy-Syaikh Al-Fadhil Al-Allamah Abdul Muhsin bin Hammad Al-Abbad Al-Badr yang mulia;

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Wa ba’du:

Saudaraku; saya telah mendapat telepon darimu pada malam Kamis bertepatan 10 Jumadil Ula 1424 H, ketika itu engkau menegur saya dan engkau mengatakan bahwa engkau mendapatkan percakapan yang menceritakan percakapan yang lain, dan bahwasanya saya telah mengatakan kepada penanya bahwa; tidak ada yang menyebarkan kitab yang merupakan karyamu, yaitu “Rifqan Ahlas Sunnah bi Ahlis Sunnah” kecuali seorang mubtadi’.

Saya katakan: Ilah-mu (Allah) mengetahui bahwa saya tidak memvonismu sebagai mubtadi’ dan saya juga tidak bermaksud memvonismu sebagai mubtadi’, karena sungguh saya menganggapmu termasuk Ahlus Sunnah yang berjihad dalam menyebarkan As-Sunnah. Tetapi saya menganggap usahamu menulis kitab ini menyakiti Ahlus Sunnah yang engkau masih senantiasa menyebarkan As-Sunnah dan mengajarkannya kepada manusia sejak dahulu, walaupun saya yakin pasti engkau tidak bermaksud untuk bersikap buruk kepada As-Sunnah.

Tetapi anggapanmu -menurut saya- yaitu ingin mendamaikan dua pihak: yaitu pihak yang terlalu semangat yang dengan semangatnya keluar dari sikap pertengahan dan pihak yang bersikap pertengahan, dan Allah yang lebih mengetahui. Hanya saja engkau telah berbuat buruk dengan tulisanmu berupa kitab ini yang nampak ingin menggembosi Salafiyyun agar tidak mencela ahlul bid’ah dan tidak mengkritik mereka… Baca entri selengkapnya »

Posted in Aqidah & Manhaj, Bukti & Fakta, Kesaksian, Kritikan/ Bantahan | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , | 4 Comments »

Catatan Kecil Untuk Seorang Calon Doktor

Posted by tukpencarialhaq pada Maret 16, 2011


TANGGAPAN TERHADAP SEBUAH “TANGGAPAN”

  new1a

Ditulis oleh Abu Mu’Awiyah Askari bin Jamal Hafizhahulloh

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له وأشهد ألا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله وصلى الله عليه وعلى آله وصحبه وسلم تسليما كثيرا

أما بعد

Alhamdulillah telah sampai kepada saya tanggapan dari Al-Ustadz Firanda. MA -hadaanallahu wa iyyaahu- yang menanggapi sebagian permasalahan yang saya bahas pada beberapa tulisan saya yang termuat dalam situs http://www.salafybpp.com.

Pada tulisan ini, saya ingin memberi beberapa tanggapan ringkas dari tulisan Abu Abdil Muhsin Firanda yang berjudul “Tanggapan Terhadap Tulisan Seorang Ustadz -hafizohullah- “:

 

Pertama:

Hal yang perlu diketahui para pembaca yang budiman –semoga Allah menjaga kita semua dari kesesatan dan penyimpangan- bahwa perselisihan antara saya dengan Firanda.MA bukanlah perselisihan pribadi saya dengannya, sebagaimana diketahui bersama dari tulisan-tulisan saya yang menjelaskan tentang Ihya At-Turats dan dampak negatif dakwah mereka terhadap dakwah Ahlus sunnah diberbagai negeri, termasuk Indonesia. Sebab saya sendiri tidak mengenal Firanda,MA -waffaqanallah wa iyyaah-, apalagi bertemu muka dengannya. Awal kali saya mengenal ada seseorang yang bernama Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja tatkala salah seorang ikhwan menyodorkan kepada saya dalam sebuah buku yang isinya adalah pembelaan terhadap yayasan Ihya At-Turats yang berpusat di Kuwait. Sehingga saya pun merasa berkewajiban untuk mengeluarkan bantahan terhadap buku ini yang telah memberi “angin segar” kepada mereka yang memang selama ini menjalin kerjasama dengan yayasan ini. Yang mendorong saya untuk membantahnya adalah:

1) Sebagai bentuk “lepas diri” saya dari keberadaan saya yang dahulu berjalan bersama dengan mereka, sehingga saya cukup merasakan “manhaj nyeleneh” yang membuat saya tersadar setelah saya duduk belajar di Yaman dan mempelajari kembali apa yang selama ini saya dapatkan dari daurah-daurah yang diadakan oleh Ihya At-Turats, terkhusus selama saya mengikuti program “mulazamah”, yang dibimbing oleh beberapa pengajar, diantaranya Syarif Fuad Hazza’ . Sebagiannya telah saya jelaskan dalam buku bantahan saya “menjalin ukhuwwah”.

2) Menjalankan salah satu kewajiban “bayanul haq” yang tidak diperbolehkan bagi saya dan yang yang semisal saya yang mengetahuinya untuk diam dari penyimpangan dan kesesatan yang terjadi, meskipun hal ini merupakan sesuatu yang sangat berat bagi saya. Rasululah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

لاَ يَمْنَعَنَّ أَحَدَكُمْ هَيْبَةُ الناس أَنْ يَقُولَ في حَقٍّ إذا رَآهُ أو شَهِدَهُ أو سَمِعَهُ

“Janganlah mencegah salah seorang kalian karena rasa segannya dari manusia untuk menyampaikan kebenaran jika dia melihatnya, menyaksikannya atau mendengarnya.”

(HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan yang lainnya) Baca entri selengkapnya »

Posted in Aqidah & Manhaj, Bukti & Fakta, Kesaksian, Kritikan/ Bantahan, Umum | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Penghinaan Al Huwainy Kepada Imam Jarh Wa Ta’dil

Posted by tukpencarialhaq pada November 7, 2009


bismillah

PENGHINAAN ABU ISHAQ AL HUWAINI

KEPADA IMAM JARH WA TA’DIL DAN ULAMA LAINNYA

new1a

oleh:

Abdurrahman Ibnu Sarijan

Berikut adalah rekaman audio penghinaan Syaikh Abu Ishaq Al Huwainiy Al Mishriy terhadap imam JARH WA TA’DIL dan ulama-ulama lainnya.

 

 

Dari sekian banyak bukti yang kami tampilkan pada web ini tentang HAKIKAT AL HUWAINI mengapa kalian tidak mengambil IBROH wahai TUROTSIY???!!!, mengapa kalian masih saja membela mati-matian JUM’IYYAH IHYA’UT TUROTS KUWAIT yang sering mengundang da’I asal Mesir ini, Allahu Musta’an. Kami memohon kepada-Nya keselamatan dan menetapkan hati ini pada manhaj yang haq.

Sumber: http://ibnusarijan.blogspot.com/2009/11/penghinaan-al-huwainiy-kepada-imam-jarh.html

Posted in Aqidah & Manhaj, Bukti & Fakta, Kesaksian, Kritikan/ Bantahan, Umum | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »